Tampilkan postingan dengan label Dunia Sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Sipil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

Another Great Lifting Bridge

I accidentally found something on internet about a picture making me curious about what exactly it is.. 
By looking at the picture, I must admit that it's aesthetically great and I feel so pleasant to see it. But there is something that makes me curious about the bridge, it is about what the writer stated about the bridge with "Another great lifting bridge". 

I am not actually good designing a bridge structure, though I have ever studied about structural engineering in  my university, such as multi-storey building, simple houses, warehouse, and also the concept of designing a bridge. But, I don't really master all of the points to design a very reliable bridge because I still need more experiences and study more about it. Of course, getting Bachelor Degree from civil engineering department sometimes doesn't mean that you are so capable to design a bridge like this !

So, let me show you the picture of this bridge !
Here it is..
Picture I (Right Side)

 Picture II (Front Side)

They call it as lifting bridge ! (So, what is it ?)
According to the sources that I got, it can be defined as a bridge which is designed to allow passage of boats beneath the bridge by lifting part of the bridge's span above the grade of the rest of the bridge. In the other words, when people build the bridge across the river, so it will not bother the traffic on the river beneath the bridge, because the bridge's span can be lifted up by using the machine so that it can allow all the traffic to pass the river.

And then............
I am still trying to find what makes this bridge different from the other lifting bridges.
This bridge will be built in Bilbao, northern Spain with 161.1m-long main span linking the suburbs of Leioa and Urbinaga and the new lifting bridge. It has been designed to transport the new tram line across the Nervion River which includes pedestrian and cycle path access with a total deck width of 12m. It consists of 6 m wide for tram lines, and a 3 m wide footway on the left side and a 3 m wide footway on the right side. If I can compare it with the other bridges, I think it's special because it has been designed to provide the tram, pedestrian and bike-rider to pass the bridge. And maybe it's because I have never met this kind of bridge in my country which provides the particular paths for tram lines, pedestrian and biker, so I can call it special ! yeah. :)

Now, I am so tempted to look at the other lifting bridges around the world to compare them one by one so I can get more references to ensure about the differences among them. Based on the historical data, the size of the lift span (161.1m-long main span) will make it the second longest lift span in the world after the USA's Arthur Kill Vertical Lift Bridge (Yeah I still don't know the maximum span and maximum weight allowed for the lifting bridge to build and to lift up, but forget it a while, 'coz I will need the real calculation for this question !)

The vertical clearance required for the bridge must be greater than 48m. I can say that it's caused by the height of boats passing the river affecting the design for the bridge. Or on the other hand, I can assume that it's one of the requirements needed to clear the river from some disruptions when the boat passes the river. And when I think about how this bridge can assure the people there will be less traffic jam due to the regulation that must be applied for the whole concept, I need to know about the whole process about the operating system of this bridge to accommodate the tram, pedestrian, bikers, and the boats/ships. Thus, I think the concept of this bridge is so brilliant by making the minimum vertical clearance (closed position) to reduce the number of openings. Then the expected number of the bridge to open is 20 - 40 times in a year or about 3 times in a month. And it makes me wonder how long I need to wait for the bridge to open and ready to pass. (Please take me someday to this bridge if it's really built by the Spain Government.. hee)

Talking about this bridge, I remember about the movable bridge in Chicago, because I have ever made a report about the development of the bridge around the world when I was in the first year in my university/college. There are more than one movable bridge in Chicago that were constructed years ago by Chicago Engineers. So, the engineers made the bridge creatively and skillfully. The bridges make the city looks cool ! Let's take a look at the picture below..


The Movable Bridge in Chicago

Back to the lifting bridge, I still need to discuss or even learn more about how to design and construct the bridge providing the path for tram use, with the long span which can be lifted up when the ships/boats want to pass the river. And I am so impressed with all the skill, creativity, and courage to construct this bridge. And I think it will give some benefits to the all related project components.


source :
http://www.historicbridges.org/bridges/browser/?bridgebrowser=illinois/halsted2/
http://www.bridgeweb.com/MemberPages/Article.aspx?typeid=3&id=2624

Jumat, 07 September 2012

Teknik Preloading dan Penggunaan Vertical Drains

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, dan pembangunan, banyak kegiatan konstruksi yang semakin fokus terhadap perilaku tanah. Apalagi dengan kondisi tanah yang beragam dan tidak selalu sama pada masing-masing areal konstruksi sehingga mengharuskan ketelitian dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi itu sendiri. Untuk mengatasi kondisi tanah yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka ada beberapa teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan mutu tanah tertentu, diantaranya yaitu teknik preloading dan vertical drain. 

Preloading dan vertical drain pada dasarnya bertujuan untuk  meningkatkan kekuatan geser pada tanah, mengurangi kompresibilitas/kemampumampatan tanah, dan mencegah penurunan (settlement) yang besar serta kemungkinan kerusakan pada struktur bangunan. Preloading dan vertical drain umumnya digunakan pada tanah dengan daya dukung yang rendah seperti pada tanah lempung lembek dan tanah organik. Jenis tanah tersebut biasanya memiliki ciri seperti berikut : kadar air yang ekstrim, kompresibilitas yang besar, dan koefisien permeabilitas yang kecil. Pada prinsipnya teknik preloading menggunakan vertical drains merupakan metode perkuatan tanah dengan cara mengurangi kadar air dalam tanah (dewatering). Biasanya waktu konsolidasi yang dibutuhkan untuk jenis tanah seperti ini memakan waktu yang lama meski dengan menggunakan beban tambahan yang besar, sehingga teknik preloading mungkin kurang cocok untuk jadwal kontruksi yang mepet. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

 (preloading of subsoil)

Jika beban sementara melebihi beban akhir konstruksi maka kelebihan beban tersebut mengacu kepada beban tambahan (surcharge), dimana dengan menggunakan beban tambahan sementara (surcharge) yang melebihi beban kerja, tanah akan berada pada kondisi overconsolidated dan secondary compression untuk tanah overconsolidated  akan jauh lebih kecil daripada tanah dengan normally consolidated. Hal ini akan menguntungkan perencanaan tanah selanjutnya (Chu et all., 2004).
Dari grafik di atas, dapat dilihat settlement yang terjadi akibat adanya beban tambahan (surcharge) lebih besar daripada beban rencana (design load) pada selang waktu yang sama. Selain dengan menggunakan teknik preloading dan menggunakan beban tambahan sementara (surcharge), peningkatan mutu tanah dapat juga dilakukan dengan menggunakan vertical drains, selain itu waktu konsolidasi pun juga semakin singkat sebab aliran drainase yang terjadi bukan hanya ke arah vertikal tapi juga ke arah horizontal. Drain-drain vertikal tersebut dapat diisi dengan dengan pasir atau bahan lain yang memiliki permeabilitas besar. Untuk saat ini pengembangannya pun sudah beragam, ada juga yang menggunakan prefabricated vertical drain, berupa bahan geotekstil atau bahan sintetis sejenisnya.

Perkembangan vertical drains sendiri sudah dimulai sejak tahun 1925, dimana D.J.Moran seorang insinyur berkebangsaan Amerika memperkenalkan pemakaian drainase dari kolom-kolom pasir untuk stabilitas tanah pada kedalaman yang besar. Kemudian untuk pertama kalinya instalasi drainase ini digunakan di California dan seiring dengan berjalannya waktu, tipe drainase ini dikenal dengan istilah drainase vertikal (vertical drain). Pada tahun 1936, diperkenalkan sistem drainase menggunakan bahan sintetis oleh Kjellman di Swedia. Setelah di tes di beberapa tempat pada tahun 1937 dengan bahan cardboard, lantas mendapat sambutan yang hangat oleh para ilmuwan. Sejak saat itu, pengembangan vertical drain dilanjutkan dengan berbagai macam bahan.

Dengan digunakannya prefabricated vertical drains, waktu yang dibutuhkan untuk konsolidasi melalui teknik preloading pun menjadi semakin singkat dan penurunan/settlement yang terjadi juga dapat direduksi. Bahkan proses installasi nya pun saat ini sudah semakin berkembang dimana prefabricated vertical drain dapat mencapai kedalaman 60 m dengan laju 1 m/dt.

Prinsip Vertical Drains
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa tanah lempung lunak memiliki permeabilitas yang rendah, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan konsolidasi. Untuk mempersingkat waktu konsolidasi tersebut, drainase vertikal (vertical drains) dikombinasikan dengan teknik preloading. Vertical drain tersebut sebenarnya merupakan jalur drainase buatan yang dimasukkan kedalam lapisan lempung. Dengan kombinasi preloading, air pori diperas keluar selama konsolidasi dan mengalir lebih cepat pada arah horizontal daripada arah vertikal. Selanjutnya, air pori tersebut mengalir sepanjang jalur drainase vertikal yang telah diinstalasi. Oleh karena itu, vertical drain berfungsi untuk memperpendek jalur drainase dan sekaligus mempercepat proses konsolidasi.

 (preloading dengan vertical drains)

Metode tradisional yang digunakan dalam pemasangan vertical drains ini yaitu dengan membut lobang bor pada lapisan lempung dan mengisi kembali dengan pasir yang bergradasi sesuai titik. Ukuran diameternya sekitar 200 - 600 mm dengan panjang saluran sedalam lebih dari 5 meter. Karena tujuannya untuk memperpendek panjang lintasan pengaliran, maka jarak antar drainase merupakan hal yang terpenting. 

Berikut adalah berbagai tipe vertical drains dengan masing-masing metode instalasinya :

1. Sand drain, metode penginstalan dengan cara penumbukan (driven or vibratory displacement type)
Pembuatan drainase pasir dengan metode ini digunakan secara luas karena biayanya relatif murah, hanya saja metode seperti ini dapat merusak struktur tanah atau bahkan mengurangi kuat geser tanah.

2. Sand drain, metode penginstalan dengan cara hollow stem continious-flight auger (low displacement)
Pembuatan drainase pasir dengan metode ini memakai auger melayang menerus dengan diameter 30 - 50 cm berjarak 2-5 m. Gangguan yang dihadapi biasanya lebih ke arah rancangan drainase itu sendiri, bagaimana caranya agar drainase yang dibuat memiliki kapasitas penyaluran air yang baik. Untuk itu, gradasi pasir harus sesuai dengan keperluan.

3. Sand drain, metode penginstalan dengan cara jetted (non-displacement)
Metode dengan semprotan air (jetted) akan memakan waktu yang cukup lama khususnya untuk menembus lapisan berbutir kasar. Kedalam untuk drainase tipe ini umumnya kecil dari 30 m.

4. Prefabricated sand drain, metode penginstalan dengan cara tumbukan, getaran, auger melayang, pengeboran
Yang membedakan penggunaan drainase pasir prefabricated yaitu penggunaan bahan kain berisi material filter, lalu dimasukkan kedalam lubang drainase yang dibuat sebelumnya apakah itu dengan pengeboran atau cara lainnya.

5. Prefabricated band shaped drains, metode penginstalan dengan driven atau vibratory closed-end mandrel
Istilah lain yang biasanya digunakan untuk tipe ini yaitu prefabricated vertical drain (PVD), umumnya berbentuk pita (band-shaped) dengan sebuah inti plastik beralur yang dibungkus dengan selubung filterterbuat dari kertas atau atau susunan platik tak beranyam (non woven plastic fabric). Ukuran yang biasa digunakan yaitu lebar 10 cm dan tebal 0.4 cm. Biasanya gangguan yang disebabkan oleh penggunaan sistem drainase dengan PVD ini lebih kecil dibanding dengan sistem drainase pasir konvensional.
Alat yang biasanya digunakan untuk membuat lubang drainase dengan PVD ini bernama 'stitcher', seperti yang dapat dilihat dibawah ini.


Adapun beberapa langkah pengerjaan yang dilakukan untuk perbaikan tanah menggunakan vertical drains, sebagai berikut:
- Uji laboratorium terhadap sampel tanah yang diambil dari titik pengamatan di lapangan menggunakan alat sondir
-  Perencanaan vertical drains dengan menggunakan data yang diperoleh dari uji laboratorium, seperti Indeks pemampatan (Cc) dan Koefisien konsolidasi (Ch). Lalu ditentukan diameter drainase, jarak, dan kedalamannya.
- Analisa stabilitas tanah dan settlement/penurunan

Saat ini penggunaan vertical drain juga masih terus dalam pengembangan dan pemahaman secara lebih dalam lagi. Masukan dan saran juga tidak tertutup, keep posting ! :)


sumber :
http://www.menard-web.com/InternetMenard.nsf/0/5983320401B0616BC125718F004DED44/$FILE/VDFICHEEN.PDF
http://civil.aalto.fi/en/research/soil/theses/preloading_and_vertical_drains.pdf
http://www.menardusa.com/Geo-Strata%200308%20Taube.pdf
http://www.civilengineeringterms.com/soil-mechanics-2/pre-loading-technique-of-ground-improvement/

Sabtu, 18 Agustus 2012

Mengenal dunia kontruksi bangunan pada lahan gambut

Awalnya saya melihat bahwa di Sumatra pada umumnya dan Riau khususnya banyak terdapat lahan gambut, dimana lahan gambut itu sendiri terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Umumnya dikatakan sebagai gambut apabila kandungan bahan organik dalam tanah melebihi 30 %, akan tetapi di Indonesia sendiri biasanya memiliki kandungan bahan organik melebihi 65% dan kedalamannya melebihi 50cm (wikipedia). Semakin tebal lapisan gambutnya, maka semakin besar penurunan yang mungkin terjadi. Sebagai bahan organik, gambut juga bahkan dapat digunakan sebagai sumber energi.

(sumber : wikipedia)

Sifat dari tanah gambut itu sendiri lunak dan mudah ditekan, sehingga jika dikaitkan dengan konstruksi bangunan yang berada di atas lahan gambut, maka dikhawatirkan akan terjadi kegagalan konstruksi dimana pondasi bangunan tersebut nantinya tidak cukup kuat menahan beban bangunan keseluruhan akibat daya dukung yang rendah. Oleh karena itu, bagaimana untuk menindaklajutinya ? Hal inilah yang lalu coba saya cari tau meski sumber dan informasi terbatas.

Bangunan itu sendiri terdiri dari beberapa komponen seperti pondasi, kolom, balok, pelat, dan atap. Pelat berfungsi untuk penyalur beban hidup dan mati yang bekerja pada bangunan kepada balok atau kolom. Balok berfungsi untuk menyalurkan beban yang diterima oleh pelat kepada kolom. Kolom berfungsi untuk menyalurkan beban dari pelat atau balok ke pondasi. Dan pondasi itu sendiri merupakan elemen yang berhubungan langsung dengan tanah yang berfungsi sebagai pemikul beban bangunan. 

Cukup jelas rasanya mengenai fungsi dari tiap elemen struktur bangunan seperti yang telah dijelaskan di atas. Lalu persoalannya, apakah ada metode khusus yang harus diterapkan untuk konstruksi bangunan di atas lahan gambut ? Bagaimana kondisi kadar air tanah, kompresibilitas,dan permeabilitas tanah gambut dalam mempengaruhi keamanan pondasi ? Berangkat dari pertanyaan ini saya coba melakukan pemahaman yang lebih dalam lagi.

Pada umumnya, tanah gambut memiliki kadar air yang sangat tinggi, dan kompresibilitas/ kemampumampatan yang tinggi sehingga daya dukung tanahnya sangat rendah. Kandungan air pada tanah gambut bervariasi dan cukup ekstrim, mulai dari ratusan % (kering) sampai lebih dari 2000 % (jenuh air), karena derajat dekomposisi dan tipe lapisan gambut sangat mempengaruhi kandungan air. Semakin tinggi derajat dekomposisi nya maka semakin mengecil ruang di dalam partikel serat (void ratio) dan antar partikel serat serta struktur serat gambut akan rusak menjadi bentuk amorf. Semakin lambat derajat dekomposisi, kemungkinan proses ini akan terus berlangsung sehingga akan sulit mendapatkan hasil akhir proses dekomposisi. Proses dekomposisi pada tanah gambur ini memang masih terus dalam kajian dan penelitian sehingga penemuan terbaru masih sangat diharapkan. Jika mikroba yang aktif dalam proses dekomposisi ini dapat diketahui maka perkembangbiakannya dapat dihambat atau bahkan dihentikan sehingga bermanfaat untuk melakukan perbaikan mutu tanah selanjutnya.

Metode lain yang dapat dilakukan biasanya dengan melakukan stabilisasi tanah, dimana tanah dicampur dengan bahan stabilisasi seperti pasir dan semen, lalu dipadatkan semaksimal mungkin. Tapi kenyataannya dilapangan sangat sulit memadatkan lapisan gambut yang memiliki kadar air tinggi dan sangat lembek. Oleh sebab itu, alternatif lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pre-loading dimana material tanah yang bagus (pasir) dimasukkan ke dalam lapisan endapan gambut sehingga membentuk kolom-kolom pasir. Pembuatan kolom-kolom pasir dilakukan dengan cara meletakkan lapisan pasir di muka tanah yang akan diperbaiki setebal 1 meter kemudian palu penumbuk seberat 15 ton dijatuhkan dari ketinggian 15 meter, kolom-kolom pasir tersebut dibuat pada jarak sekitar 8 meter.  

Atau bisa juga melakukan kombinasi diantara alternatif yang ada dengan cara mempercepat proses dekomposisi terlebih dahulu menggunakan serbuk atau cairan penumbuh dan penyubur mikroba (bioagent) seperti yang banyak dijual dipasaran seperti biostater dengan demikian proses konsolidasi telah berakhir yang diharapkan mengendap menjadi lapisan yang memiliki sifat geoteknik mendekati material lempung. Setelah proses dekomposisi berakhir baru dilanjutkan dengan pembuatan kolom-kolom pasir atau melakukan preloading.

Untuk saat ini sekian dulu.
Salam

sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Peat
http://aryapersada.com/gambut-extremely-low-bearing-capacity.html
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/1920997106.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Gambut

Rabu, 06 Juli 2011

Mutu Beton

Ups, pengen nge-share sedikit pengetahuan dasar tentang ketekniksipilan,
Bagi yang mungkin pengen tahu apa beda antara mutu beton yang menggunakan fc' dengan yang menggunakan K-.. , mungkin bisa jadi referensi. Nilai mutu beton sendiri menyatakan kekuatan tekan terhadap luas bidang permukaan. Nah lebih lanjut coba dilihat uraian berikut :

Mutu Beton dengan fc'

Apa itu beton dengan mufu fc' 24 ?? Artinya beton tersebut memiliki kekuatan tekan minimum sebesar 24 MPa pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan silinder beton diameter 15 cm, tinggi 30 cm. Hal ini mengacu pada standar SNI 03-2847-2002 yang merujuk pada ACI (American Concrete Institute).
Dimana, 1 MPa = 10 kg/cm2

Mutu Beton dengan Karakteristik
Lalu, bagaimana dengan beton dengan mutu K-240 ? menyatakan kekuatan tekan karakteristik minimum adalah 240 kg/cm2 pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan kubus beton ukuran 15x15x15 cm. Mengacu pada PBI 71 yang merujuk pada standar eropa lama.

Tapi ternyata, kita tidak bisa langsung mengatakan 24 MPa sama dengan K-240, sebab ada perbedaan luas penampang benda uji yang digunakan antara kubus, atau silinder. Lebih jelas coba lihat di bawah ini :
Perbandingan fc' dan K
Dengan perbandingan kuat tekan benda uji :
Kubus 15x15x15 cm = 1,00
Kubus 20x20x20 cm = 0,95
Silinder 15x30 cm = 0,83
Contoh :
Mutu beton fc' 24 MPa (benda uji silinder), mutu beton K berapa?
Apabila benda uji kubus 15x15x15 cm
Kuat tekan = 240 kg/cm2 : 0,83
= 289,157 kg/cm2 ~ K-289

Jadi jangan coba, sesekali memesan mutu beton K-240 apabila di Rencana Kerja dan Syarat-syarat tercantum mutu beton fc’24 Mpa karena ini sangat berbahaya, bisa menimbulkan kegagalan struktur bangunan beton bertulang.

Sabtu, 02 Juli 2011

Harga Bahan Bangunan

Wah beberapa hari yang lalu ada yang nanyain tentang harga bahan bangunan, tapi berhubung kebanyakan harga tersebut tidak banyak yang mempublikasikan dan berbeda-beda untuk waktu dan lokasi yang berbeda, jadi ya ane bilang aja coba cari majalah teknik sipil khusus bangunan dan material gitu. Eh, tiba-tiba pas ane lagi iseng browsing, nemu juga harga bahan bangunan, walau mungkin gak bisa sama untuk kondisi yang berbeda.


Minimal ane coba bantu mempublikasikannya lah ya, semoga bermanfaat gan !


Daftar Harga Bahan Bangunan
(Harga tergantung tempat dan lokasi, bisa beubah sewaktu-waktu)

DAFTAR HARGA PASIR dan Batu
Pasir Pasang (per m3) Rp 140.000
Pasir Beton (per m3) Rp 140.000
Pasir Mondu (per m3) Rp. 160.000
Pasir Urug (per m3) Rp 95.000
Pasir Putih Bangka(per m3) Rp 175.000
Sirtu(per m3) Rp 95.000
Split (per m3) Rp 140.000
Makadam (per m3) Rp 130.000
Batu Kali Belah (per m3) Rp 125.000
Biscos (per m3) Rp 135.000
Sirdam (per m3) Rp. 125.000
Abu batu (per m3) Rp. 125.000
Tanah Merah (per m3) Rp. 95.000
Batu Bata Merah Pres Mesin (buah) Rp 450
Batu Bata Merah Proses Tangan (buah) Rp 300



DAFTAR HARGA SEMEN
Semen Cibinong (kujang) (50 kg) Rp 52.000
Semen Tiga Roda (50 kg) Rp 53.500
Semen Tiga Roda Putih (40 kg) Rp 70.000
Semen Gresik (50 kg) Rp 52.000
Semen Holcim Rp 53.000


DAFTAR HARGA HEBEL
Blok Reguler Tebal 10 mm (per m3) Rp 470.000
Blok Jumbo (per m3) Rp 450.000
Anak Tangga (per m3) Rp 2.000.000
Panel (per m3) Rp 250.000

DAFTAR HARGA BESI BETON
Diameter 6mm (12m) Rp 28.000
Diameter 8mm (12m) Rp 35.000
Diameter 10mm (12m) Rp 52.000
Diameter 12mm (12m) Rp 72.000
Diameter 16mm (12m) Rp 135.000

DAFTAR HARGA PAKU
A. Paku Kayu/Triplek
ukuran 1-4cm (per kg) Rp 18.500
ukuran 5-12cm (per kg) Rp 18.500

B. Paku Beton biasa (semua ukuran)/dus Rp 20.000 – 25.000
Paku Beton bagus (semua ukuran)/dus Rp 30.500

C. Kawat Beton Rp 16.000
D. Paku GRC Rp. 25.000

DAFTAR HARGA TRIPLEK
Tebal 3mm Rp 45.000
Tebal 4mm Rp 50.000
Tebal 6mm Rp 75.000
Tebal 9mm Rp 135.000
Tebal 12mm Rp 145.000
Tebal 15mm Rp 175.000
Tebal 18mm Rp 195.000
GRC BOARD Rp. 50.000

DAFTAR HARGA KACA
A. Kaca Bening
Tebal 3mm Rp 75.000
Tebal 5mm Rp 85.000
Tebal 8mm Rp 130.000
Tebal 10mm Rp 185.000
B. Kaca Rayben
Tebal 3mm Rp 65.000
Tebal 5mm Rp 62.500
Tebal 6mm Rp 125.000
Tebal 8mm Rp 220.000

DAFTAR HARGA PAPAN FIBER SEMEN
Papan Fiber Semen (GRC):
Ukuran Triplek :
Big Flat Elephant (120×200) 9mm Rp 46.000
Big Flat Elephant (122×244) 4mm Rp 43.000
Big Flat Elephant (122×244) 6mm Rp 70.000
Big Flat Elephant (122×244) 8mm Rp 95.000

Ukuran Papan :
Wood Plank Elephant (4050×100) 8mm Rp 50.000
Wood Plank Elephant (4050×200) 8mm Rp 65.000
Wood Plank Elephant (4050×300) 10mm Rp 75.000

DAFTAR HARGA PAPAN GYPSUM
Ukuran Gypsum :
Merk Jaya (120×240) 9mm Rp 60.000
Merk Elephant (120×240) 9mm Rp 50.000
Merk Knauf (120×240) Rp 48.000

DAFTAR HARGA KAYU
A. Reng
Meranti (2×3) per batang Rp 12.000
Meranti (3×4) per batang Rp 20.000
Borneo (2×3) per batang Rp 13.000
Borneo (3×4) per batang Rp 20.000
Kamper (2×3) per batang Rp 25.000
Kamper (3×4) per batang Rp 27.000

B. Kaso
Meranti (4×6) per batang Rp 40.000
Meranti (5×7) per batang Rp 49.000
Borneo (4×6) per batang Rp 28.000
Borneo (5×7) per batang Rp 43.000
Kamper (4×6) per batang Rp 47.000
Kamper (5×7) per batang Rp 70.000

C. Galar
Meranti (5×10) per batang Rp 70.000
Borneo (5×10) per batang Rp 60.000
Kamper (5×10) per batang Rp 95.000

D. Balok
Meranti (6×12) per batang Rp 80.000
Meranti (8×12) per batang Rp 120.000
Borneo (6×12) per batang Rp 75.000
Borneo (8×12) per batang Rp 95.000
Kamper (6×12) per batang Rp 180.000
Kamper (8×12) per batang Rp 200.000

DAFTAR HARGA CAT TEMBOK
A. Interior
Dulux (2,5 lt) Rp 150.000
Dulux (20 lt) Rp 1.000.000
Mowilex (2,5 lt) Rp 175.000
Mowilex (20 lt) Rp 850.000
Catylac (5 kg) Rp 75.000
Catylac (25 kg) Rp 340.000
Vinilex (5 kg) Rp 75.000
Vinilex (25 kg) Rp 365.000
Metrolite (5 lt) Rp 65.000
Metrolite ( 25 kg) Rp 350.000
Matex ( 4kg) Rp 50.000
Matex (25 kg) Rp 135.000
Profitex (5 kg) Rp 26.500
Profitex (25 kg) Rp 1.000.000

B. Eksterior
Dulux (2,5 lt) Rp 150.000 – 200.000
Dulux (20 lt) Rp 1.100.000
Mowilex (2,5 lt) Rp 150.000
Mowilex (20 lt) Rp 1.000.000

DAFTAR HARGA CAT KAYU
Dulux 1 kg Rp 40.000
Mowilex 1 kg Rp 58.000
Catylac 1 kg Rp 35.000
Glotex 1 kg Rp 35.000
Emco 1 kg Rp 35.000
Globe Supergloss Rp 30.000

DAFTAR HARGA GENTENG KERAMIK
Kanmuri Milenio (Double Interlocking)
- Warna Natural Rp 5.200
- Warna Standard Rp 6.300
- Warna Spesial Rp 8.400
- Warna Exclusive Rp 11.250

Kanmuri Espancia
- Warna Natural Rp 5.200
- Warna Standard Rp 8.500
- Warna Spesial Rp 9.500
- Warna Exclusive Rp 10.500

M Class (Double Interlocking)
- Warna Natural Rp 5.200
- Warna Standard Rp 5.900
- Warna Spesial Rp 7.750
- Warna Premium Rp 10.700
- Genteng Knok Natural Rp 14.000

DAFTAR HARGA GENTENG BETON
- Morando Rp. 2.500 – Rp. 3.200,-/pc (20pcs/m2)
- Berglazur Rp 3.000,-
- Natural Rp 1.700
- Moner Rp 4.700,- – Rp. 5.200,- (9pcs/m2)

IDEAL
- Berglazur Rp 2.650/pc
- Natural Rp 1.750/pc

DAFTAR HARGA GENTENG METAL
Sun Roof Venus
Ukuran 38,5 x 80 cm S/S Rp 21.500
Ukuran 38,5 x 80 cm D/S Rp 25.000

Sun Roof Pluto
Ukuran 38,5 x 80 cm S/S Rp 17.500
Ukuran 38,5 x 80 cm D/S Rp 19.500

DAFTAR HARGA ASBES
Jabesmen
150×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 38.000
180×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 43.000
210×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 48.000
240×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 53.000
270×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 63.000
300×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 72.000

DAFTAR HARGA SENG
Seng Plat
Tebal 0.20 Rp 25.000
Tebal 0.25 Rp 35.000
Tebal 0.30 Rp 40.000

Seng Gelombang
Tebal 0.20 Rp 50.000
Tebal 0.30 Rp 60.000

DAFTAR HARGA PIPA PVC
- Wavin
0,5 inci Rp 16.000
0,75 inci Rp 21.000
1 inci Rp 28.000
2 inci Rp 60.000
3 inci Rp 118.000
4 inci Rp 197.000

- Rucika
0,5 inci Rp 24.800
1 inci Rp 43.500
2 inci Rp 50.540
4 inci Rp 168.000
8 inci Rp 635.000

- Lucky
0,5 inci Rp 8.500
0,75 inci Rp 12.600
1 inci Rp 15.000
2 inci Rp 33.300
3 inci Rp 64.000
4 inci Rp 102.300

- Unggul
0,5 inci Rp 8.300
0,75 inci Rp 10.900
1 inci Rp 15.000
2 inci Rp 26.600
3 inci Rp 39.500
4 inci Rp 54.500

- Maspion
0,5 inci Rp 12.000
0,75 inci Rp 15.000
1 inci Rp 20.000
2 inci Rp 50.000
3 inci Rp 100.000
4 inci Rp 150.000

Daftar Harga KERAMIK LANTAI
ARWANA
20×20
Tua Rp 35.000
Muda Rp 34.000

30×30
Putih Rp 29.000
Marble Rp 32.000
Fancy Rp 36.000

40×40
Putih Rp 29.000
Marble Rp 32.500

Daftar Harga LANTAI KAYU
Kronotec (per meter) Rp 225.000
HDM Glossy (per boks) Rp 550.000

Daftar Harga KERAMIK DINDING
20×20:
Roman
(putih) Rp 30.000 – Rp 45.000
(motif) Rp 33.000 – Rp 50.000

Masterina
(putih) Rp 40.000
(motif) Rp 50.000

KIA
(putih) Rp 35.000
motif) Rp 40.000

20×25:
Mulia
(warna muda) Rp 40.000
warna tua) Rp 45.000

IKAD
(warna muda) Rp 40.000
(warna tua) Rp 50.000

Roman
25×33 Roman Rp 45.000
33×50 Roman Rp 75.000
30×30 Hercules (putih) Rp 40.000
Acura (putih) Rp 35.000
KIG (warna) Rp 40.000
KIA (warna) Rp 40.000

60 x 60 Platinum Rp 125.000
30 x 60 Platinum Rp 75.000
58 x 58 Platinum Rp 110.000

Daftar Harga SANITARI
KLOSET DUDUK:
Sanremo Classis CCST Rp 1.300.000
Lexington Rp 3.500.000
Granada 3000 CCST Rp 1.100.000
Granada II Space CCST Rp 1.500.000
Projecta Rp 1.000.000

KLOSET JONGKOK:
Rapi EX Squat Rp 200.000

WASTAFEL/LAVATORY:
San Remo 55 Lava & Pedestal Rp 600.000
Studio 3000 Lava & Pedestal Rp 400.000
Studio 50 Lavatory Rp 200.000
Studio 45 Lavatory Rp 170.000

Daftar Harga GRANIT
Impero 40×40 Rp 120.000
Granito 40×40 Rp 200.000
Inesa 40×40 Rp 175.000
Niro 40×40 Rp 155.000
Essenza 40×40 Rp 172.000

Daftar Harga KUNCI
Firo Rp 270.000
Napoli Rp 25.000
Romaco Rp 65.000
Ferza Rp 32.000
Top Rp 30.000
Paloma Rp 400.000
Yale Rp 115.000
Beluci Rp 115.000


sumber: http://benerinrumah.wordpress.com